Lely Hartati
my official website

 
   
 
About My Family
(Keluarga adalah segala-galanya bagiku)
 
 



Me & Mom

Do'a seorang Ibu

Memohon Kebaikan Bagi Istri Dan Keluarga

Cerita Tentangku : Indahnya Hidup Dalam Bekelurga

Weekend yang Menyenangkan Bersama Ibu Tercinta


Weekend yang diisi dengan banyak kebahagiaan... Rasanya saya memang harus banyak bersyukur pada Allah karena semua berkahnya yang datang pada belakangan ini, dan satu lagi yang saya yakin bahwa saya akan mengikuti praktek magang kerja selama 2 bulah di kampong kelahiran saya.

Bukan bukan... itu memang menyenangkan dan saya tidak ada bosan-bosannya main di arena kebodohan buang-buang uang! Tapi yang paling berkesan buat saya adalah satu percakapan yang saya lalui bersama Ibu di malam hari ditengah makan malam yang dengan suksesnya menurunkan selera makan setelah Saya pulang dari Pekanbaru dan mungkin Ibu Saya ingin menanyakan beberapa hal about Me. Maklumlah Suudah hampir setengah Tahun Saya berada di Pekanbaru guna menuntut Ilmu.

Hal pertama yang ditanyakan papa adalah Kamu kenapa kemarin sampai putus sama Anto? Hm... ada yang nanya lagi setelah hampir lima bulan berlalu dan saya sudah melewati semua tahap mulai dari depresi hingga ke penerimaan dan akhirnya menemukan jawaban atas semua pertanyaan, eh ini baru nanya lagi? Pengennya sih kemaren bilang Please deh Bu... penting gitu dibahas lagi? Tapi karena saya tau ibu saya mungkin hanya ini bridging saja untuk menyampaikan suatu wejangan yang dianggapnya penting buat anaknya yang dianggapnya sudah dewasa tapi belum jadi apa-apa.

Dan dimulai lagilah satu sesi tentang masa depan! Hmmm... diceritakannya enaknya gimana dulu yah... Awalnya sih setelah saya jawab Ya... karna komunikasi yang ga bener aja kali bu... Lagian emang kami beda agama aja ... Ibu menatap saya dan berkata Ly... satu hal yang harus kamu selalu ingat ya... sama siapapun kamu berhubungan itu, kamu jangan pernah lupa bahwa kamu itu adalah perempuan! Kamu harus hormat sama laki-lakimu... Ga peduli apakah kamu lebih jago dalam hal apapun, lebih pintar, lebih kaya atau apapun, kamu itu perempuan, ga boleh sombong dihadapan laki-laki. Harus menghormati laki-laki, bagaimanapun itu adalah kodrat kamu sebagai perempuan... Kamu harus bisa kaya Aisyah istri Nabi, harus seperti itu! Mana pernah Islam mengajarkan soal emansipasi? Bahwa perempuan dan laki-laki itu harus sama? Dimana-mana perempuan pasti harus tunduk pada lelaki sebagai imamnya!

Dan dalam hati saya tidak bisa berhenti berpikir hm,,, kalau saja ibu saya ngomong di depan banyak orang, ini dijamin akan memancing satu dan lain opini yang mungkin sekali akan panjang ini...
Dan belum selesai! Ibu masih saja melanjutkan nasehatnya kepada putri pertamanya yang kira-kira seperti ini Dan kamu jangan pernah bilang bahwa kamu putus karena kamu ga cocok atau apa, karena semua yang terjadi pada diri kamu, pada siapa saja, itu semua karena Allah. Kamu putus sama dia pasti Allah sudah punya rencana lain buat kamu. Dan nantinya dengan siapapun kamu akan berakhir, papa ga akan menentang kamu atau apa, karena papa yakin, dan kamu juga harus yakin, bahwa semua hal yang terjadi itu karena Allah...

Contohnya aja Ayah sekarang,Ayah bekerja keras untuk kalian semua.Tapi Ayah sadar, kalau Ayah berbuat seperti itu, jika Ayah nggak kerja, berarti Ayah dosa, dosa karena Ayah tidak bertanggung jawab pada kalian keluarga Ayah. Ibu udah ga tahan, tapi Ibu berusaha buat sabar, dan mengembalikan semuanya dengan berdoa sama Allah karena Ibu yakin semua ini memang karena Allah juga, maka Ibu mohon jalan Ayah dimudahkan... karena Ibu dan Ayah sayang kalian semuanya. Ah... aku selalu mau menangis kalau beliau sudah bicara seperti ini, I never really hate my father after all, even for all that he's done to us. Ibu terus berdoa dan Alhamdulillah makin kesini keadaannya makin baik. See... dalam hal begini juga saya dan Ibu sepemikiran... ah... saya memang anak Ibu saya bagaimanapun. Kalau Ayah ga menjalani kewajiban Ayah, berarti Ayah dosa... Karena memang ini jalan yang dititipkan Allah buat Ayah...

Hm... sebentar lagi masuk ke bagian yang membuat aku jadi berpikir banyak bahkan setelah sesi percakapan ini selesai... Kamu juga! Kewajiban kamu itu kan menyelesaikan sekolah kamu, menyelesaikan skripsi kamu. Setiap orang itu akan diuji dalam hidupnya. Ibu juga sudah mengalami banyak ujian. Dan skarang salah satu ujian kamu ya menyelesaikan tugas kuliah kamu walopun 1 tahun. Setelah itu Ibu inginnya kamu cepet dapet kerja dan jika kamu mau melanjutkan kuliah Ibu setuju aja. Sampai disini saya sempat berkomentar kalau soal ngelanjutin kuliah lagi saya masih ingin pikir-pikir dulu, Ibu saya melanjutkan... Kamu itu kalau bisa, jadilah orang yang bisa berguna buat orang banyak...

Hm.... sejujur-jujurnya, it was like a slap in the face! Saya merasa dibangunkan dan disadarkan. Kenapa ya selama ini saya selalu menolak melanjutkan kuliah lagi? Karena biaya? Ah... ortu aja dukung... Karena saya pikir itu susah? Hm... rasanya pada intinya Cuma karena saya MALAS saja! Saya ga mau susah, saya bukan orang yang mau repot, dan rasanya ga akan seberguna itu buat saya. Tapi saya jadi berpikir. Ok,,,ini ga seberguna itu buat saya, tapi alangkah bagusnya kalau memang ini bisa berguna buat orang banyak? Siapa tahu bahwa memang ini adalah jalan saya., karena saya sudah memikirkan bahwa saya masih muda dan sukses jauh dari saya masih remaja! Dan memang Allah menuntun saya menuju kesana, saya tidak boleh menolak jalan saya karena memang itulah yang terbaik yang dipersiapkan Allah buat saya... Ah... lagi-lagi saya ingin menangis... menangis karena bodoh!

Sedikit lagi nasehat ibu kepada saya selesai. Jadi sekarang kamu mendingan cepetan selesaikan kuliah kamu, bergiatlah kamu. Jangan karena sekarang kamu ga punya pacar kamu jadi ga ngerjain apa-apa. Jangan dijadiin pacaran sebagai kegiatan utama kamu, tapi nantinya kalau kamu punya pacarpun itu harus jadi satu penyemangat buat kamu melanjutkan hidup kamu dan mengeluarkan sisi kamu yang terbaik! Apapun jadinya kamu, sepintar apapun kamu, sekaya apapun kamu nantinya, kamu tetap ada di bawah suami. Oh I will keep that in mind, Mom! I promise you this time! Dan Ibu ingetin sama kamu, mencari suami itu ibu ga peduli nantinya kamu mau sama orang yang miskin, kaya apapun, mau itu pemulung atau sampai yang mukanya kaya monyet juga Oh pliZZZZ deh Bu,,,,!!! Yang penting dia sayang sama kamu, menghormati kamu, dan yang paling penting dia soleh dan takut sama ALLAH. Orang yang takut sama Allah akan takut juga buat menyia-nyiakan kamu. Hm... tak tahan aku pengen tersenyum geli. Dan selalu ingat bahwa kamu adalah perempuan yang harus menuruti suami, makanya sebisa mungkin kamu carilah suami yang bisa jadi imam kamu dalam segala hal. Dan ingat, bahwa semuanya terjadi karena Allah.

Dan kami menutup sesi dengan saling tersenyum penuh pengertian. Hm… mungkin ibu bisa sedikit lega, karena segila apapun terlihatnya anaknya ini, tetap anaknya yang patuh pada ortu. Hehe,,,Jadi ibu bisa lega sekarang, karena saya tau kok, bukan masalah kodrat perempuan dibawah lelaki atau apapun, tapi memang itu jalan yang saya mau buat jadi jalannya saya.

Hm… long weekend yang panjang, menyenangkan, dan sedikit berat! Hehehe… Apalagi ya yang terjadi kemarin? Ah… tentu… semakin dan semakin lagi menyadari sesuatu dan semakin lagi yakin bahwa memang ini adalah jalannya Allah kalau kata Ibu, ya, My fate that coming my way. Something to be grateful about… And I am! I am grateful… Alhamdulillah for all blessing that cant even count. Thanks my DEAR LORD…


I LOVE U 43VER MY FAMILY
*************

*********